Kaidah Pokok Haid & Istihadhah

Pembahasan ini diringkas dari kitab Al-Ibanah wal Ifadhah fi ma yata'allaqu bi Dimaa'in Nisa' karya Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar Ba'alawi, yang merupakan rujukan masyhur dalam fiqih wanita madzhab Syafi'i.

1. Definisi

2. Batasan Waktu

HalMinimalUmumnyaMaksimal
Usia mulai haid9 tahun qomariyah (kurang sedikit)
Masa haid24 jam (sehari semalam)6 atau 7 hari15 hari 15 malam
Masa suci antara 2 haid15 hari 15 malam23 atau 24 haritidak terbatas
Masa nifassetetes (lahdhoh)40 hari60 hari

3. Kaidah Qaul Sahbu (Pendapat yang Dipakai dalam Madzhab Syafi'i)

Apabila darah keluar putus-nyambung dan total seluruh waktunya tidak melebihi 15 hari, maka semua darah dan masa berhenti (naqo') di antaranya dihukumi sebagai haid, dengan syarat total keluarnya darah memenuhi minimal 24 jam.

Contoh: keluar darah 3 hari, berhenti 5 hari, lalu keluar darah lagi 2 hari (total rentang 10 hari). Maka 10 hari tersebut seluruhnya dihitung haid.

4. Jika Darah Lebih dari 15 Hari → Mustahadhah

Wanita yang darahnya melebihi 15 hari adalah mustahadhah. Kitab membaginya menjadi 7 macam:

  1. Mubtadi'ah Mumayyizah (baru pertama haid & bisa membedakan darah kuat-lemah): haidnya = masa darah kuat (selama tidak kurang dari 24 jam dan tidak lebih dari 15 hari, & memenuhi syarat tamyiz).
  2. Mubtadi'ah Ghairu Mumayyizah: haidnya = sehari semalam (24 jam) dari awal keluarnya darah, sisanya istihadhah.
  3. Mu'tadah Mumayyizah: haidnya = darah kuat (syarat seperti di atas).
  4. Mu'tadah Ghairu Mumayyizah (ingat kebiasaan): haidnya kembali ke kebiasaan haidnya yang dahulu, baik kadar maupun waktunya.
  5. Mutahayyirah Mutlaqah (lupa waktu dan bilangan, tanpa tamyiz): seluruh masa wajib ihtiyath — diperlakukan seperti haid dalam larangan sekaligus seperti suci dalam ibadah (wajib mandi tiap fardhu).
  6. Mutahayyirah Dzakirah lil-Waqt (ingat waktu mulai, lupa bilangan): 24 jam pertama = haid yakin; dari situ hingga genap 15 hari = masa ragu (ihtiyath); sesudahnya = suci yakin.
  7. Mutahayyirah Dzakirah lil-Adad (ingat bilangan haid, lupa waktu): bagian yang pasti haid hanyalah irisan semua kemungkinan posisi (yaitu 2×bilangan − 15 hari, bila positif) di tengah 15 hari pertama; selebihnya masa ragu (ihtiyath).

Tentang Ihtiyath (Kehati-hatian)

Pada mutahayyirah, sebagian masa tidak bisa dipastikan haid atau suci. Masa ragu itu disebut masa ihtiyath. Pada masa ini wanita:

Kasus mutahayyirah termasuk rumit. Kalkulator hanya memberi gambaran zona; keputusan akhir sebaiknya dimusyawarahkan dengan ustadz/ustadzah ahli fiqih nisa'.

5. Syarat Tamyiz (Membedakan Darah)

Tanda darah kuat: hitam, kental, berbau, atau merah pekat. Tanda darah lemah: merah biasa, encer, tanpa bau menyengat. Urutan kekuatan warna: hitam → merah → asyqar (pirang) → kuning → keruh.

6. Nifas (Pasca-Melahirkan)

Nifas adalah darah yang keluar setelah rahim selesai mengeluarkan kandungan (melahirkan), termasuk bila hanya berupa 'alaqah (segumpal darah) atau mudghah (segumpal daging) sepanjang bidan/qabilah memastikan itu permulaan penciptaan manusia.

Batasan Waktu Nifas

7 Macam Mustahadhah dalam Nifas

  1. Mubtadi'ah Mumayyizah: nifasnya = masa darah kuat (selama tidak melebihi 60 hari).
  2. Mubtadi'ah Ghairu Mumayyizah: nifasnya = sekejap (lahdhoh) saja, lalu menyempurnakan masa suci dari haid sebelum hamil sebagai istihadhah.
  3. Mu'tadah Mumayyizah: nifasnya = masa darah kuat (syarat sama).
  4. Mu'tadah Ghairu Mumayyizah: nifasnya kembali ke kebiasaan nifasnya yang dahulu.
  5. Mutahayyirah Mutlaqah: lupa waktu & lama nifas — seluruh 60 hari wajib ihtiyath.
  6. Mutahayyirah Dzakirah lil-Waqt: ingat waktu mulai, lupa lama — sekejap pertama nifas yakin, sesudahnya hingga 60 hari ihtiyath.
  7. Mutahayyirah Dzakirah lil-Adad: ingat lama, lupa waktu — bagian pasti nifas = irisan semua kemungkinan posisi (2×lama − 60 hari, bila positif) di tengah jendela 60 hari.

7. Catatan Penggunaan Kalkulator

Wallaahu a'lam bish-shawab.